Sabtu, 30 Mei 2009

Model DARPA (TCP/IP)

Model TCP/IP memili 5 layer yang bekerja dari layer teratas menuju kebawah
bawah sesuai urutan : aplication, transport, network, data-link, physical. Kelima layer tersebut disusun berdasarkan lima prinsip yang harus diikuti
untuk menentukan layer dalam komunikasi, yaitu :
Ø Layer dibuat jika ketika diperlukan pemisahan level yang secara teori diperlukan.
Ø Masing-masing layer memiliki fungsi yang jelas.
Ø Setiap fungsi dari masing-masing layer telah ditentukan agar sesuai dengan
standart protokol secara internasional.
Ø Batas kedua layer telah ditentukan untuk mengurangi informasi menerobos
antarmuka layer.
Ø Setiap layer ditentukan dengan jelas fungsinya, tetapi jumlah layer sebaiknya
sekecil mungkin untuk menghindari arsitektur yang luas.

1. Physical Layer
Physical-layer dipergunakan untuk mengtransmisikan data per bit melewati
saluran komunikasi. Susunan bit tersebut mungkin mewakili pengiriman file atau
rekord dari file database, physical-layer mengabaikan arti (melupakan) susunan bit
tersebut, untuk selanjutnya akan dikodekan menjadi digit 1 dan 0 atau menjadi bentuk
analog. Physical-layer menangani proses mekanis, elektris dan prosedur antar muka
dalam media fisik (saluran transmisi, driver, sensor, pencatu, dll.).

2. Data Link/Network Access Layer
Data-link-layer dibentuk berdasarkan kemampuan transmisi dari physicallayer.
Susunan bit yang akan dikirim atau diterima dikumpulkan dalam kelompok
yang disebut frame. Dalam konteks LAN, frame dapat berarti token-ring atau ethenetframe.
Awal dan akhir frame di tandai dengan susunan bit khusus, sehingga frame tersusun
dalam susunan bit yang terdiri atas address-field, control-field, data-field, dan errorcontrol-
field, yang masing-masing memiliki fungsi tertentu.

3. Internetwork Layer
Network-layer dibentuk berdasarkan hubungan node-to-node yang disediakan
oleh data-link-layer. Pelayanan data-link secara node-to-node menuju jaringan akan
menjadi meningkat dengan adanya layer ini, sehingga data-link-layer dapat menambah
pelayanan untuk rute lintasan sejumlah packet (bagian dari informasi yang berada
pada network-layer) diantara beberapa node dihubungkan melewati jaringan yang
kompleks secara berubah-ubah.
Disamping melayani proses routing, network-layer membantu menghilangkan
kemacetan dengan cara mengatur aliran data. Disamping itu network-layer dapat
membuat kemungkinan agar dua jaringan dapat dihubungkan menerapkan uniformaddresing-
mecanism ( suatu mekanisme untuk pengalamatan sejenis).
Sebagai contoh jaringan lokal Ethernet dan Token-ring memiliki alamat datalink
yang berbeda tipenya, untuk menghubungkan dua jaringan tersebut maka
diperlukan uniform-addressing-mechanism yang dapat dimengerti oleh Etrhernet
maupun Token-ring. Untuk jaringan yang berbasis Novel-Netware maka digunakan
internet-packet-exchange (IPX) sebagai protokol network-layer, sedangkan jaringan
berbasis TCP/IP digunakan internet-protocol (IP).

4. Transport Layer
Transport-layer menyediakan perbaikan untuk melayani network-layer.
Lapisan ini membantu dalam meyakinkan pengiriman data dapat diandalkan dan
menggabungkan data yang telah dikirim dari ujung ke ujung. Untuk meyakinkan
pengiriman data dapat diandalkan transport-layer berdasarkan kepada mekanisme
pengontrolan error yang disediakan oleh layer yang lebih rendah, jika layer yang
dibawahnya tidah mampu untuk mengerjakan maka transport-layer akan bekerja lebih
keras. Pada layer ini merupakan kesempatan terakhir untuk mengatasi error, tetapi
pada kenyataannya transport-layer menyediakan pengiriman yang bebas error.
Transport-layer juga bertanggung jawab untuk membuat hubungan-hubungan
secara logis pada sebuah hubungan jaringan, proses ini disebut multiplexing atau timeDiktat
sharing terjadi ketika nomer sambungan transport dibagi pada sambungan jaringan
yang sama.

5. Application Layer
Application-layer berisi beberapa protokol dan fungsi yang diperlukan oleh
pemakai aplikasi untuk melakukan jenis komunikasi yang diinginkan. Contoh fungsi
utama yang diperlukan adalah :
- Protokol menyediakan fasilitas penyedia file secara remote, seperti open, close,
read, save, write dan membagi akses ke file tersebut.
- Akses transfer file dan database secara remote.
- Fasilitan menangani pesan untuk aplikasi e-mail.
- Fasilitas direktori global dan lokal pada sumber daya jaringan.
- Cara yang seragam untuk menangani berbagai monitoring sistim dan peralatan.
- Menjalankan perintah secara remote.

Tidak ada komentar: